Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

10 dari 839 kartu

Hapus filter
“Sungguh, Tuhan kalian Mahamalu dan Mahadermawan. Dia malu kepada hamba-Nya jika dia mengangkat tangan kepada-Nya untuk mengembalikannya dalam keadaan kosong.”
Hasan HR. Abu Daud, Tirmizi, dan Ibnu Majah
"Zikir yang paling utama ialah lā ilāha illallāh, dan doa paling utama ialah kalimat alḥamdulillāh."
Hasan HR. Tirmizi, Nasai dalam Al-Kubrā, dan Ibnu Majah
"Perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan." Ia adalah kematian.
Hasan HR. Tirmizi, Nasai, dan Ibnu Majah
Beliau biasa ketika memasuki waktu pagi membaca, "Allāhumma bika aṣbaḥnā, wa bika amsainā, wa bika naḥyā, wa bika namūtu, wa ilaikan-nusyūr." (Ya Allah! Dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami memasuki pagi hari, dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami memasuki sore hari, dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami hidup, dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami mati, dan hanya kepada-Mu kebangkitan semua makhluk). Sementara ketika memasuki waktu sore beliau membaca, "... bika amsainā, wa bika aṣbaḥnā, wa bika naḥyā, wa bika namūtu, wa ilaikan-nusyūr (dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami memasuki sore hari, dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami memasuki pagi hari, dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami hidup, dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami mati, dan hanya kepada-Mu kebangkitan semua makhluk)." Perawi menambahkan: Di waktu yang lain, beliau membaca, "Wa ilaikal-maṣīr (dan hanya kepada-Mu semua makhluk kembali)."
Hasan HR. Abu Daud, Tirmizi, Nasai dalam Al-Kubrā, dan Ibnu Majah
"Ketahuilah bahwa dunia itu terlaknat, terlaknat pula apa yang ada di dalamnya, kecuali zikir kepada Allah Ta'ala dan apa yang mengikutinya, serta orang yang alim dan yang menuntut ilmu."
Hasan HR. Tirmizi dan Ibnu Majah
"Siapa di antara kalian ketika pagi merasakan sehat jasmaninya, menemukan rasa aman pada dirinya, dan memiliki makanan pokok hari itu, maka seakan-akan seluruh dunia ini telah diberikan kepadanya."
Hasan HR. Tirmizi dan Ibnu Majah
"Siapa yang menyantap makanan lalu mengucapkan, 'Alḥamdulillāhillażī aṭ'amanī hāżā wa razaqanīhi min gairi ḥaulin minnī wa lā quwwah (Artinya: Segala puji hanya milik Allah yang telah memberiku makanan dan menganugerahkan rezeki kepadaku tanpa ada daya dan kekuatan dariku),' niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
Hasan HR. Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad
"Sesungguhnya kuburan itu tempat singgah pertama di antara persinggahan akhirat. Jika (seseorang) selamat dari (siksa) kubur, maka yang setelahnya lebih mudah. Tetapi jika ia tidak selamat darinya, maka yang setelahnya lebih sulit."
Hasan HR. Tirmizi dan Ibnu Majah