Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

18 dari 839 kartu

Hapus filter
"Kebajikan itu adalah akhlak baik, sedangkan dosa adalah apa yang bergejolak di dalam dadamu dan engkau tidak suka ada orang lain yang melihat kamu melakukannya."
Sahih Hadis pertama diriwayatkan oleh Muslim, sedangkan hadis kedua diriwayatkan oleh Ahmad dan Darimi.
"Jauhilah oleh kalian dosa-dosa yang dianggap remeh. Perumpamaan dosa yang diremehkan itu laksana satu kaum yang singgah di tengah lembah, lalu satu orang datang membawa satu ranting dan yang lainnya juga membawa satu ranting, hingga mereka bisa mematangkan roti. Sesungguhnya dosa-dosa yang dianggap remeh itu, saat hukumannya ditimpakan kepada pelakunya pastilah akan membinasakannya."
Sahih HR. Ahmad
"Siapa yang membaca: Bismillāhillaẓī lā yaḍurru ma'asmihī syai`un fil-arḍi walā fis-samā`i wa huwas-samī'ul-'alīm (Dengan nama Allah yang tidak akan berbahaya sesuatu pun di bumi dan di langit bersama nama-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui), sebanyak tiga kali, tidak akan ditimpa keburukan secara tiba-tiba hingga memasuki waktu subuh. Siapa yang membacanya ketika pagi tiga kali, tidak akan ditimpa keburukan yang tiba-tiba hingga memasuki waktu sore." Ternyata Abān bin Uṡmān ditimpa stroke sebelah, sehingga laki-laki yang mendengar hadis itu menatapnya, maka ia berkata, "Ada apa engkau menatapku? Demi Allah! Aku tidak pernah berdusta atas nama Uṡmān, tidak juga Uṡmān berdusta atas nama Nabi ﷺ. Akan tetapi, pada hari ketika aku ditimpa musibah itu, aku sedang marah lalu lupa membaca doa ini."
Sahih HR. Abu Daud, Tirmizi, Nasai dalam Al-Kubrā, Ibnu Majah, dan Ahmad
"Tidaklah seorang muslim berdoa dengan satu doa yang tidak mengandung dosa maupun pemutusan silaturahmi, melainkan dengan doanya itu Allah pasti memberinya satu dari tiga hal: doanya akan disegerakan kepadanya, Allah simpankan doanya itu untuknya di akhirat, atau Allah hindarkan darinya kejelekan yang sebanding dengan doanya." Para sahabat berkata, "Kalau begitu, kita perbanyak doa." Beliau bersabda, "Allah lebih banyak (memberi)."
Sahih HR. Ahmad
Aku pernah bertanya, "Wahai Rasulullah! Apakah keselamatan itu?" Beliau bersabda, "Jagalah lisanmu, cukupkanlah diri dengan rumahmu, dan tangisilah kesalahanmu!"
Sahih HR. Tirmizi dan Ahmad
"Tidaklah seseorang berbuat sebuah dosa, kemudian ia bangun lalu berwudu, kemudian ia mengerjakan salat lalu memohon ampun kepada Allah kecuali pasti Allah akan mengampuni dosanya." Kemudian beliau membaca ayat, "Orang-orang yang apabila mengerjakan suatu perbuatan keji atau menzalimi dirinya, segera mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya ..." [QS. Āli 'Imrān: 135]
Sahih HR. Abu Daud, Tirmizi, Nasai dalam Al-Kubrā, Ibnu Majah, dan Ahmad
Rasulullah ﷺ tidak pernah meninggalkan doa-doa ini saat memasuki waktu sore dan pagi: "Ya Allah! Aku memohon kepada-Mu keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah! Aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah! Tutuplah auratku, berilah rasa aman terhadap ketakutanku. Ya Allah! Jagalah aku dari depanku, dari belakangku, dari kananku, dari kiriku, dan dari atasku. Aku juga berlindung dengan keagungan-Mu dari dibinasakan secara tiba-tiba dari bawahku."
Sahih HR. Abu Daud, Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad
"Tidaklah manusia memenuhi wadah yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam itu beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika memang harus melebihi itu, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya."
Sahih HR. Ahmad, Tirmizi, Nasai dan Ibnu Majah