Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

56 dari 839 kartu

Hapus filter
"Rasulullah ﷺ pernah mengutusku untuk suatu keperluan, lalu aku mengalami junub dan tidak menemukan air. Aku pun berguling-guling di tanah layaknya seekor hewan yang berguling-guling. Setelah itu aku datang menemui Nabi ﷺ lalu menceritakan hal tersebut. Beliau bersabda, 'Sesungguhnya engkau cukup melakukan seperti ini dengan kedua tanganmu.' Kemudian beliau menepukkan kedua tangan ke tanah satu kali tepukan, lalu mengusapkan tangan kiri ke tangan kanan serta bagian luar kedua telapak tangannya dan wajahnya."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Aku mengalami istihada, sehingga aku tidak pernah bersih. Apakah aku meninggalkan salat?" Beliau bersabda, "Tidak, karena sesungguhnya itu darah kotor. Tetapi, tinggalkanlah salat seukuran hari yang engkau biasa mengalami haid, kemudian mandi dan salatlah."
Sahih Muttafaq 'alaih
Aku datang menemui Ṣafwān bin 'Assāl Al-Murādiy -raḍiyallāhu 'anhu- untuk menanyakan soal mengusap khuf. Ṣafwān berkata, "Apakah yang menyebabkan engkau datang, wahai Zir?" Aku menjawab, "Ingin mencari ilmu." Ia berkata lagi, "Sesungguhnya para malaikat itu meletakkan sayapnya untuk penuntut ilmu karena rida dengan apa yang mereka cari." Aku berkata, "Sebenarnya hatiku masih ragu tentang mengusap khuf sehabis buang air besar atau kecil, sementara engkau termasuk salah satu sahabat Nabi ﷺ. Karena itu, kedatanganku ini adalah untuk menanyakan apakah engkau pernah mendengar beliau ﷺ menerangkan hal itu?" Ṣafwān menjawab, "Iya pernah. Jika kami sedang safar, Rasulullah ﷺ menyuruh kami supaya tidak melepaskan sepatu kami selama tiga hari tiga malam, kecuali jika kami junub, tetapi hanya untuk buang air besar, kencing, dan tidur." Aku berkata lagi, "Apakah engkau pernah mendengar beliau ﷺ menyebutkan sesuatu tentang persoalan cinta?" Dia menjawab, "Ya pernah, yaitu ketika kami bersama Nabi ﷺ dalam sebuah perjalanan, ketika kami sedang bersama beliau, tiba-tiba ada seorang arab badui memanggil beliau dengan suara yang keras sekali, ia berkata, "Wahai Muhammad!" Maka Rasulullah ﷺ menjawabnya dengan suara yang sama keras, “Kemarilah!” Lalu aku berkata kepada orang tersebut, "Celaka engkau! Pelankanlah suaramu, sebab engkau sedang berada di hadapan Nabi ﷺ dan engkau dilarang untuk berperilaku seperti itu." Orang itu berkata, "Demi Allah, aku tidak akan memelankan suaraku." Badui itu berkata, “Ada orang yang mencintai suatu kaum, tetapi ia tidak dapat menyamai (derajat kemuliaan) mereka?” Nabi ﷺ menjawab, “Seseorang itu akan bersama orang yang dicintainya pada hari kiamat.” Zirr berkata, "Ṣafwān tidak henti-hentinya memberitahukan banyak hal kepada kami, hingga ia menyebutkan bahwa di arah barat kelak, ada sebuah pintu yang lebarnya sama dengan jarak perjalanan seorang pengendara selama empat puluh atau tujuh puluh tahun."
Sahih HR. Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad
Ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah ﷺ, "Wahai Rasulullah! Kami berlayar di laut dan kami hanya membawa sedikit air. Jika kami berwudu menggunakan air itu, kami akan kehausan. Bolehkah kami berwudu dengan air laut?" Rasulullah ﷺ bersabda, "Laut itu airnya suci dan bangkainya halal."
Sahih HR. Abu Daud, Tirmizi, Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad
"Apabila Rasulullah ﷺ mandi janabah, beliau mencuci kedua tangannya dan berwudu seperti wudu untuk salat lalu mandi. Kemudian beliau menyela-nyela rambutnya dengan tangan sampai beliau yakin telah membasahi kulit kepalanya. Beliau menyiramkan air di kepalanya sebanyak tiga kali kemudian membasuh semua tubuhnya." Aisyah juga berkata, "Aku pernah mandi bersama Rasulullah ﷺ dari satu wadah, kami menggayung air bersamaan."
Sahih HR. Bukhari
Aku pernah bersama Nabi ﷺ, lalu beliau pergi ke tempat pembuangan sampah suatu kaum lalu beliau kencing berdiri, sehingga aku pun menjauh. Beliau bersabda, "Mendekatlah." Aku pun mendekat sampai berdiri di sisi kedua tumit beliau, lalu beliau berwudu dan mengusap kedua khuff beliau.
Sahih Muttafaq 'alaih
"Tidaklah seorang muslim berwudu dan menyempurnakannya, kemudian berdiri melaksanakan salat dua rakaat dengan mengonsentrasikan hati dan wajah padanya, kecuali surga wajib baginya." Aku mengatakan, "Ini sungguh sangat baik." Tiba-tiba di depanku ada yang berkata, "Kata-kata sebelumnya lebih baik." Aku pun melihatnya, ternyata dia Umar. Ia berkata, "Aku melihatmu baru datang." Beliau ﷺ bersabda, "Siapa di antara kalian yang berwudu lalu menyampaikan -atau menyempurnakan- wudu tersebut kemudian membaca, 'Asyhadu allā ilāha illallāh wa anna muḥammadan 'abdullāhi wa rasūluh (Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba Allah dan rasul-Nya)', kecuali akan dibuka baginya kedelapan pintu surga agar ia masuk dari pintu mana saja yang dikehendakinya."
Sahih HR. Muslim
Jarir kencing, kemudian ia berwudu dan mengusap khufnya. Lantas ada yang bertanya kepadanya, "Kamu melakukan ini?" Ia menjawab, "Iya, Aku pernah melihat Rasulullah ﷺ kencing, kemudian beliau berwudu dan mengusap kedua khufnya." Al-A'masy berkata, Ibrahim menuturkan, "Mereka senang dengan hadis ini; karena Jarir masuk Islam setelah turunnya surah Al-Mā`idah."
Sahih Muttafaq 'alaih