Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

55 dari 839 kartu

Hapus filter
Orang-orang musyrik berkata kepada kami, "Sungguh, saya melihat Nabi kalian ﷺ mengajari kalian segala sesuatu hingga urusan buang air." Salman menjawab, "Benar. Sungguh beliau telah melarang kami beristinja dengan tangan kanan atau menghadap kiblat. Beliau pun melarang istinja menggunakan kotoran hewan dan tulang. Beliau bersabda, "Janganlah salah seorang kalian melakukan istinja dengan batu kurang dari tiga."
Sahih HR. Muslim
"Nabi ﷺ berwudu dua kali-dua kali."
Sahih HR. Bukhari
Aku pernah menjadi utusan Bani al-Muntafiq -atau bersama utusan Bani al-Muntafiq- menemui Rasulullah ﷺ. Saat datang untuk menemui Rasulullah ﷺ, kami tidak berjumpa dengan beliau di rumahnya. Tetapi kami hanya bertemu dengan Ummul Mukminin Aisyah. Lantas Aisyah meminta agar dibuatkan bubur untuk kami, dan bubur itu pun dibuat. Selanjutnya kami disuguhi al-qinā' -yaitu nampan yang berisi kurma-. Kemudian Rasulullah ﷺ datang dan bertanya, "Apakah kalian sudah menyantap sesuatu? -atau, apakah sudah diminta agar kalian dibuatkan sesuatu?- Kami menjawab, "Sudah, wahai Rasulullah." Saat kami sedang duduk bersama Rasulullah ﷺ, tiba-tiba penggembala menggiring kambing beliau ke kandang sambil membawa seekor anak kambing yang mengembik. Beliau bertanya, "Hai polan, apa yang kamu dapatkan?" Dia menjawab, "Anak kambing betina." Beliau bersabda, "Sembelihkan untuk kami satu ekor sebagai gantinya." Selanjutnya beliau bersabda, "Jangan kira (baca: lā taḥsibann) -beliau tidak mengatakan: lā taḥsabann (dengan memfathahkan sīn)- bahwa kami menyembelih kambing ini karena kamu. Kami memiliki seratus ekor kambing dan kami tidak ingin (jumlahnya) lebih. Sebab itu, ketika penggembala mendapat anak kambing betina, maka kami akan menyembelih satu ekor sebagai gantinya." Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, aku memiliki seorang istri yang buruk tutur katanya." Beliau bersabda, "Ceraikan dia!" Aku katakan, "Wahai Rasulullah, dia sudah lama hidup bersamaku serta aku telah memperoleh anak darinya." Beliau bersabda, "Perintahkanlah ia -maksudnya: nasihati-. Jika dalam dirinya ada kebaikan, niscaya ia akan melaksanakannya. Janganlah engkau memukul istrimu seperti memukul budak perempuanmu!" Aku katakan, "Wahai Rasulullah, ajari aku cara berwudu!" Beliau bersabda, "Sempurnakanlah wudu dan sela-selalah antara jari-jemari, serta tariklah air dengan kuat saat istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung) kecuali jika engkau sedang puasa!"
Sahih HR. Abu Daud, Tirmizi, Nasai, dan Ibnu Majah
"Jika salah seorang kalian berwudu dengan memakai kedua khuff-nya, hendaklah ia salat menggunakan keduanya dan hendaklah ia mengusap ‎bagian atasnya saat berwudu, kemudian ia tidak melepaskannya jika mau, kecuali ‎karena junub."
Sahih HR. Daraquṭni
"Nabi ﷺ biasa menggosok mulutnya dengan siwak ketika bangun pada malam hari."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Potonglah kumis dan peliharalah jenggot!"
Sahih Muttafaq 'alaih
"Aku pernah menyaksikan 'Amr bin Abu Hasan bertanya kepada Abdullah bin Zaid mengenai wudu Nabi ﷺ? Lantas Abdullah bin Zaid meminta satu wadah air. Dia memperagakan praktik wudu Nabi ﷺ kepada mereka. Ia menuangkan air dari wadah itu ke kedua tangannya lalu membasuh kedua tangannya tiga kali. Setelah itu ia memasukkan tangannya ke wadah lalu berkumur-kumur, memasukkan air ke hidung dan membuangnya tiga kali dengan tiga kali cidukan. Kemudian ia memasukkan tangannya lalu membasuh wajahnya tiga kali. Selanjutnya ia memasukkan tangannya ke wadah lalu membasuh keduanya hingga siku. Lantas ia memasukkan tangannya ke wadah lalu mengusap kepala. Dia mengusap bagian kepalanya dari bagian depan lalu ke belakang satu kali, lalu membasuh kedua kakinya hingga dua mata kaki."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Rasulullah ﷺ pernah mengutusku untuk suatu keperluan, lalu aku mengalami junub dan tidak menemukan air. Aku pun berguling-guling di tanah layaknya seekor hewan yang berguling-guling. Setelah itu aku datang menemui Nabi ﷺ lalu menceritakan hal tersebut. Beliau bersabda, 'Sesungguhnya engkau cukup melakukan seperti ini dengan kedua tanganmu.' Kemudian beliau menepukkan kedua tangan ke tanah satu kali tepukan, lalu mengusapkan tangan kiri ke tangan kanan serta bagian luar kedua telapak tangannya dan wajahnya."
Sahih Muttafaq 'alaih