Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

34 dari 839 kartu

Hapus filter

Derajat hadis

"Setan membuat tiga ikatan di ujung belakang kepala salah seorang kalian ketika tidur. Setiap ikatan ia tepuk (dengan mengatakan), 'Bagimu malam yang panjang, maka tidurlah!' Jika orang tersebut bangun lalu berzikir kepada Allah Ta'ala, terlepaslah satu ikatan. Lalu jika dia berwudu, terlepaslah satu ikatan yang lain. Kemudian jika dia mengerjakan salat, terlepaslah seluruh ikatan itu. Sebab itu, dia memasuki waktu pagi dengan semangat dan jiwa yang baik. Tetapi jika tidak demikian, pasti dia memasuki waktu pagi dengan jiwa yang jelek dan malas."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Allah tidak akan menerima salat salah seorang kalian jika berhadas hingga ia berwudu."
Sahih Muttafaq 'alaih
Aku bertanya kepada Aisyah, "Mengapa wanita haid harus mengqada puasa dan tidak mengqada salat?" Aisyah bertanya, "Apakah engkau wanita Ḥarūriyyah (Khawarij)?" Aku menjawab, "Aku bukan wanita Ḥarūriyyah. Tetapi, aku hanya bertanya." Ia berkata, "Dulu kami juga mengalaminya. Kami diperintahkan untuk mengqada puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqada salat."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Nabi ﷺ biasa berwudu untuk setiap salat." Aku bertanya, "Bagaimana yang kalian lakukan?" Anas menjawab, "Wudu itu cukup bagi salah seorang kita selama ia tidak berhadas."
Sahih HR. Bukhari
"Fitrah ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, menggunting kuku, dan mencabut bulu ketiak."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Jika kalian ke tempat buang hajat, janganlah kalian menghadap kiblat maupun membelakanginya, tetapi menghadaplah ke arah timur atau barat." Abu Ayyūb berkata, "Ketika kami datang ke Syam, kami menemukan WC dibangun menghadap ke Ka'bah sehingga kami berpaling ke arah lain dan memohon ampun kepada Allah Ta'ala."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Jangan sekali-kali salah seorang di antara kalian memegang kemaluannya ‎dengan tangan kanan ketika buang air kecil, jangan membersihkan bekas ‎kotoran (istinja) dengan tangan kanan, dan jangan pula bernapas dalam ‎bejana."
Sahih Muttafaq 'alaih
bahwa dia pernah membawa bayi laki-lakinya yang masih kecil dan belum makan makanan (selain asi) kepada Rasulullah ﷺ. Lalu Rasulullah ﷺ memangku bayi tersebut, tiba-tiba dia kencing di pakaian beliau. Maka beliau minta dibawakan air lalu hanya memercikinya dan tidak mencucinya."
Sahih Muttafaq 'alaih