Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

6 dari 839 kartu

Hapus filter

Derajat hadis

Ia pernah berkata kepada Aṭā’ bin Abi Rabāḥ, “Maukah engkau kutunjukkan seorang wanita yang termasuk penghuni surga?” Aṭā’ menjawab, “Iya.” Ibnu 'Abbās berkata, “Wanita berkulit hitam ini. Ia pernah datang kepada Nabi ﷺ dan mengadu, ‘Sesungguhnya aku menderita penyakit ayan. Saat kambuh, auratku terbuka. Mohonkanlah kepada Allah agar aku disembuhkan.’ Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Jika engkau mau, bersabarlah niscaya engkau akan mendapat surga. Namun jika engkau tetap ingin didoakan, aku akan berdoa kepada Allah agar menyembuhkanmu.’ Wanita itu menjawab, ‘Aku akan bersabar.’ Namun ia menambahkan, ‘Hanya saja, auratku terbuka saat penyakitku kambuh. Mohonkanlah kepada Allah agar auratku tidak terbuka.’ Lalu Rasulullah pun mendoakannya.”
Sahih Muttafaq 'alaih
"Sejumlah orang dari kabilah 'Ukl atau 'Urainah datang, namun tidak cocok tinggal di Madinah. Kemudian Nabi ﷺ menyuruh mereka ke unta-unta yang sedang memiliki air susu, agar mereka meminum air susu dan air kencingnya. Lantas mereka pergi ke sana. Setelah sehat, mereka membunuh tukang gembala Nabi ﷺ dan mencuri untanya. Berita tersebut sampai di pagi hari sehingga beliau mengirim orang untuk mengejar mereka. Ketika siang telah menanjak, orang-orang tersebut ditangkap dan dihadirkan. Maka beliau memerintahkan agar tangan dan kaki mereka dipotong, mata mereka ditusuk, dan mereka ditinggalkan di ḥarrah (dataran lava). Mereka meminta air minum namun tidak diberikan." Abu Qilābah berkata, "Mereka itu mencuri dan membunuh, murtad dari iman mereka, dan memerangi Allah dan Rasul-Nya."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Jibril datang kepada Nabi ﷺ lalu berkata, "Wahai Muhammad, apakah engkau mengeluh sakit?" Beliau menjawab, "Ya." Jibril kemudian membaca (doa ruqyah): "Bismillāhi arqīka, min kulli syai`in yu`żīka, min syarri kulli nafsin aw 'ainin ḥāsidin, Allāhu yasyfīka, bismillāhi arqīka." Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, aku meruqyahmu dari segala hal yang menyakitimu dan dari kejelekan setiap jiwa atau mata yang hasad. Semoga Allah menyembuhkanmu. Dengan nama Allah, aku meruqyahmu."
Sahih HR. Muslim
"Letakkanlah tanganmu pada bagian tubuhmu yang sakit dan bacalah: 'Bismillāh', sebanyak tiga kali. Kemudian bacalah sebanyak tujuh kali: A'ūżu billāhi wa qudratihi min syarri mā ajidu wa uḥāżir (Aku berlindung dengan keagungan dan kekuasaan Allah dari keburukan apa yang aku dapatkan dan yang aku takutkan)."
Sahih HR. Muslim
Apabila Rasulullah ﷺ menjenguk orang sakit, beliau biasa mendoakannya dengan membaca, "Ażhibil-ba`sa, rabban-nās, wa-syfi antasy-syāfī, lā syifā`a illā syifā`uka, syifā`an lā yugādiru saqaman (Hilangkanlah penyakit ini, wahai Tuhan manusia! Sembuhkanlah ia, karena Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan, tiada kesembuhan selain kesembuhan-Mu, dengan kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit)."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Sungguh, aku akan berikan bendera ini besok kepada seseorang yang melalui tangannya Allah memberi kemenangan; orang itu mencintai Allah dan rasul-Nya serta ia dicintai oleh Allah dan rasul-Nya." Sahal menuturkan: Di malam harinya orang-orang larut membicarakan siapakah di antara mereka yang akan diserahi bendera tersebut. Memasuki pagi hari, mereka datang menemui Rasulullah ﷺ, semua berharap diserahi bendera. Rasulullah ﷺ lalu bersabda, "Mana Ali bin Abi Ṭālib?" Dikatakan, "Dia sedang sakit mata, wahai Rasulullah!" Rasulullah ﷺ bersabda, "Kirimlah utusan kepadanya." Lantas Ali dihadirkan, lalu Rasulullah ﷺ meludahi matanya dan mendoakannya. Seketika, Ali pun sembuh hingga seperti tidak pernah sakit sebelumnya. Lalu Rasulullah ﷺ memberikan bendera kepadanya. Ali berkata, "Wahai Rasulullah! Apakah aku memerangi mereka sampai mereka menjadi seperti kita?" Rasulullah ﷺ bersabda, "Berangkatlah dengan tenang hingga engkau berada di medan mereka. Kemudian ajaklah mereka masuk Islam dan beritahukan kepada mereka tentang hak Allah yang diwajibkan pada mereka di dalamnya. Demi Allah! Sungguh bila Allah memberi petunjuk pada satu orang melalui usahamu, itu lebih baik bagimu dari pada memiliki unta-unta merah."
Sahih Muttafaq 'alaih