عربي - Arabic English Qafár af - Afar Afrikaans - Afrikanns Akan Shqip - Albanian አማርኛ - Amharic Հայերեն - Armenian অসমীয়া - Assamese Azərbaycanca - Azerbaijani Bamanankan - Bambara Bassa Bemba বাংলা - Bengali Bosanski - Bosnian Български - Bulgarian မြန်မာဘာသာ - Burmese Bisaya - Cebuano Cham Нохчий - Chechen chiCheŵa - Chewa 中文 - Chinese Адыгэбзэ - Circassian Hrvatski - Croatian Česky - Czech Dagbani Dansk - Danish فارسی دری - Dari Dendi ދިވެހި ބަސް - Dhivehi Nederlands - Dutch إستوني - Estonian Suomi - Finnish Français - French Fulfulde - Fula ქართული - Georgian Deutsch - German Ελληνικά - Greek ગુજરાતી - Gujrati Kreyòl ayisyen - Haitian Creole Hausa हिन्दी - Hindi Magyar - Hungarian Igbo Indonesia - Indonesian Italiano - Italian 日本語 - Japanese Jóola - Jola ಕನ್ನಡ - Kannada Қазақша - Kazakh ភាសាខ្មែរ - Khmer Kikuyu Ikinyarwanda - Kinyarwanda Ikirundi - Kirundi 한국어 - Korean كوردی سۆرانی - kurdish كوردي kurmancî - Kurmanji Kyrgyz ລາວ - Lao latviešu - Latvian Lingala lietuvių - Lithuanian Luganda Македонски - Macedonian Maguindanaon Malagasy - Malagasy Bahasa Melayu - Malay മലയാളം - Malayalam Mandinka मराठी - Marathi Mõõré - Moore नेपाली - Nepali أنكو - NKo Norwegian ଓଡ଼ିଆ - Odia oromoo - Oromo پښتو - Pashto فارسی - Persian Polski - Polish Portuguese ਪੰਜਾਬੀ - Punjabi Română - Romanian Русский - Russian Српски - Serbian Shona සිංහල - Sinhala Slovenščina - Slovenian Soomaaliga - Somali Soninke Sesotho - Sotho Español - Spanish Kiswahili - Swahili Svenska - Swedish Tagalog Тоҷикӣ - Tajik தமிழ் - Tamil తెలుగు - Telugu ไทย - Thai ትግረኛ - Tigrinya Türkçe - Turkish Ukrainian اردو - Urdu ئۇيغۇرچە - Uyghur Ўзбек - Uzbek Việt Nam - Vietnamese Wolof Yao Yorùbá - Yoruba Zarma زولو - Zulu
839 Hadis
Ensiklopedia Hadis Nabi
Kategori
Derajat hadis
Diriwayatkan dalam
Perawi
Tampilkan semua perawi (19)
Sejumlah orang dari kalangan musyrikin telah banyak membunuh dan banyak berzina. Mereka lalu datang menemui Nabi Muhammad ﷺ seraya bertanya, "Sungguh, yang engkau sampaikan dan dakwahkan itu benar-benar bagus, sekiranya engkau mengabarkan kafarat untuk apa yang telah kami perbuat?" Maka turunlah ayat: "Orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina..." [QS. Al-Furqān: 68] Juga turun ayat: "Katakanlah, 'Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah..." [QS. Az-Zumar: 53]
Sahih Muttafaq 'alaih
"Kiamat tidak akan terjadi hingga matahari terbit dari tempat terbenamnya. Ketika matahari terbit dan orang-orang melihatnya, mereka semuanya beriman. Itulah hari ketika 'tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau (belum) berusaha berbuat kebajikan dengan imannya itu' (QS. Al-An'ām: 158). Sungguh kiamat akan terjadi padahal dua orang telah menggelar pakaiannya di antara mereka lalu mereka tidak jadi berjual beli dan belum melipatnya. Sungguh kiamat akan terjadi padahal seseorang telah beranjak membawa susu perahannya lalu dia tidak jadi meminumnya. Sungguh kiamat akan terjadi padahal seseorang telah memperbaiki telaganya dan dia belum sempat memasukkan air ke dalamnya. Sungguh kiamat akan terjadi padahal seseorang di antara kalian telah mengangkat makanan ke mulutnya lalu dia tidak jadi menyantapnya."
Sahih Muttafaq 'alaih
“Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Wahai Abu Munżir, tahukah engkau, ayat manakah yang paling agung dari kitabullah yang engkau hafal?’ Aku menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.’ Beliau bersabda, ‘Wahai Abu Munżir, tahukah engkau, ayat manakah yang paling agung dari kitabullah yang engkau hafal?’ Aku menjawab, ‘Yaitu, 'Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyu al-qayyūm ...’. [QS. Al-Baqarah: 255]. Beliau menepuk dadaku dan bersabda, ‘Demi Allah, semoga ilmu mudah kaupelajari, wahai Abu Munżir.’”
Sahih HR. Muslim
"Kematian didatangkan dalam rupa seekor domba jantan yang berbulu putih bercampur hitam. Lantas seorang penyeru memanggil, 'Wahai penduduk surga.' Mereka pun mendongak seraya melihat. Penyeru itu berkata, 'Apakah kalian mengetahui ini?' Mereka menjawab, 'Ya. Itu adalah kematian.' Mereka semua pernah melihatnya. Kemudian dia memanggil lagi, 'Wahai penduduk neraka.' Mereka pun mendongak seraya melihat. Dia berkata, 'Apakah kalian mengetahui ini?' Mereka menjawab, 'Ya. Itu adalah kematian.' Mereka semua pernah melihatnya. Lantas domba itu disembelih. Kemudian dia berkata, 'Wahai penduduk surga, kekekalan bagimu, tidak ada lagi kematian. Wahai penduduk neraka, kekekalan bagimu, tidak ada lagi kematian.'" Kemudian Nabi membaca, "Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus, sedang mereka dalam kelalaian." (QS. Maryam: 39). -Mereka itu dalam kelalaian, yaitu penduduk dunia- "dan mereka tidak beriman." (QS. Maryam: 39)".
Sahih Muttafaq 'alaih
"Apabila Nabi ﷺ pergi ke tempat tidurnya di setiap malam, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya, kemudian beliau meniup keduanya seraya membaca surah Qul huwallāhu aḥad, Qul a'ūżu bi rabbil-falaq, dan Qul a'ūżu bi rabbin-nās. Lalu beliau mengusap bagian tubuhnya yang terjangkau, dimulai dari kepala dan wajahnya, lalu semua bagian depan tubuhnya. Beliau melakukan hal tersebut sebanyak tiga kali."
Sahih HR. Bukhari
Tatkala turun kepada Rasululah ﷺ ayat (artinya): "Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kalian nyatakan apa yang ada di dalam hati kalian atau kalian sembunyikan, niscaya Allah memperhitungkannya (tentang perbuatan itu) bagi kalian. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." [QS. Al-Baqarah: 284]. Hal tersebut terasa berat bagi sahabat-sahabat Rasulullah ﷺ, sehingga mereka datang menemui Rasulullah ﷺ, sambil bersimpuh mereka berkata, "Wahai Rasulullah, kami dibebani amalan-amalan yang kami mampu: salat, puasa, jihad, dan sedekah. Sekarang turun kepada Anda ayat itu dan kami tidak mampu?" Rasulullah ﷺ bersabda, "Apakah kalian ingin mengatakan sebagaimana yang dikatakan oleh dua Ahlul kitab sebelum kalian, 'Kami mendengar, namun kami membangkang?' Akan tetapi, katakanlah, 'Kami mendengar dan kami taat, wahai Tuhan kami, kami memohon ampunan-Mu dan hanya kepada-Mu kami kembali.' Maka mereka berseru, "Kami mendengar dan kami taat, wahai Tuhan kami. Kami memohon ampunan-Mu, dan hanya kepada-Mu kami kembali." Ketika para sahabat telah membacanya dan lisan mereka telah luluh, Allah mengiringkan ayat tersebut dengan ayat berikutnya (artinya): "Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur`an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.' Dan mereka berkata, 'Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali.'" [QS. Al-Baqarah: 285] Maka ketika para sahabat telah melaksanakan hal itu, Allah ﷻ menghapusnya dengan firman-Nya, "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), 'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.' [QS. Al-Baqarah: 286] Allah menjawab, 'Iya.'
'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.' [QS. Al-Baqarah: 286] Allah menjawab, 'Iya.'
'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya.' [QS. Al-Baqarah: 286] Maka Allah menjawab, 'Iya.'
'Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.' [QS: Al-Baqarah: 286] Maka Allah menjawab, 'Iya.'"
Sahih HR. Muslim
Aku pernah menuangkan khamar untuk orang-orang di rumah Abu Ṭalḥah. Khamar mereka waktu itu terbuat dari faḍīḥ (campuran kurma muda dengan kurma kering). Lalu Rasulullah ﷺ meminta seorang penyeru untuk mengumumkan, "Katahuilah, khamar telah diharamkan." Maka Abu Ṭalḥah berkata kepadaku, "Pergilah keluar lantas tuangkanlah." Aku pun keluar lalu menuangkannya sehingga khamar tersebut mengalir di gang-gang Kota Madinah. Sebagian orang mengatakan, "Bagaimana dengan sebagian orang yang telah mati sementara khamar ada dalam perutnya?" Maka Allah menurunkan ayat: "Tidak ada dosa bagi orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh tentang apa yang telah mereka makan (dahulu) ...." (QS. Al-Mā`idah: 93)
Sahih Muttafaq 'alaih
"Nabi ﷺ biasa berzikir kepada Allah pada semua waktunya."
Sahih HR. Muslim